Kimia Inti dan Radioaktif

Kimia Inti dan Radioaktif
Peta Konsep

Zat Radioaktif adalah zat yang mempunyai isotop tidak stabil (jumlah neutron > jumlah proton), sehingga disebut juga radiosotop (nuklir). Zat tersebut dapat memancarkan sinar radiasi yang disebut sinar radioaktif berupa sinar α, sinar β, sinar y. Untuk mencapai suatu isotop yang stabil, zat radioaktif dapa mengalami peluruhan (melepaskan neutron atau menarik proton), berupa peluruhan alfa, peluruhan beta, dan peluruhan gamma. Partikel α, β, dan y disebut juga partikel elementer.

Isotop adalah atom-atom dari suatu unsur yang memiliki nomor atom yang sama, tetapi memiliki nomor massa yang berbeda. Contohnya adalah :

"Hidrogen mempunyai tiga isotop yaitu Protium (1H1 atau H-1), deuterium (1H2 atau H-2), dan tritirium (1H3 atau H-3)".

Manfaat Teknologi Radioaktif atau teknologi nuklir diantaranya dalam meningkatkan niai tambah suatu produk industri, mengungkapkan feomena alam, menghasilkan produk pertanian unggul, mengungkapkan berbagai macam kelainan organ tubuh, serta digunakan dalam bidang hidrolgi, ataupun sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir.

Unsur Radioaktif

Unsur Radioaktif atau unsur yang bersifat radioaktif adalah unsur yang mempunyai isotop tidak stabil. Unsur yang mempunyai nomor atom lebih besar dari 83 merupakan unsur radioaktif karena mempunyai isotop tidak stabil. Unsur bernomor ataom lebih besar dari 92 merupakan unsur radioaktif buatan. Disamping itu ada unsur dengan nomor atom diawah 84 yang besifat radioaktif, yaitu teksenium dengan nomor atom 43 dan promerium dengan nomor atom 63. Unsur tersebut mempunyai sifat radioaktif karena mempunyai isotop tidak stabil dialam.

Peluruhan Radioaktif

Peluruhan Radioaktif adalah suatu pristiwa dimana atom yang tidak stabil melepaskan kelebihan energinya. Peluruhan ini berupa :
  1. Pelueruhan alfa (α) dominan terjadi pada inti-inti tidak stabil yang relatif berat (nomor atom lebih besar dari 83). Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel α, yaitu suatu partikel yang terdiri atas dua proton dan dua neutron.
  2. Peluruhan (β) yang terjadi pada inti yang tidak stabil yan relatif ringan. Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel β yang bermuatan negatif (β) atau bermuatan prositif (β). Partikel β- indentik dengan elektron, sedangkan partikel β+ indentik denfan elektron yang bermuatan positif yang disebut positrin. Dalam proses pelurahan β+ terjadi perubahan proton menjadi neutron didalam inti atom.
  3. Peluruhan y, yaitu pada peluruhan gamma tidak terjadi perubahan nomor atom dan nomor massa. Peluruhan gamma memancarkan sinar gamma yang merupakan gelombang elektromagnetik yang disebut foton. Pemancaran sinar gamma terjadi pada atom dalam keadaan tereksitasi atau bersifat tidak stabil).
Reaksi Inti

Reaksi inti adalah proses yang terjadi apabila partikel-partikel nuklida atau atom inti saling mengadakan kontoak-kontak. Secara umum dapat ditulis : x + a -> y + b

Ket : 
x adalah inti awal
y adalah inti akhir
A dan b adalah masing-masing partikel datang dan partiel yang dipancarkan.

Reaksi Inti dapat digolongkan atas empat bagian yaitu :
  1. Reaksi Penembakan “jika suatu inti sasaran ditembakan oleh partikel yang disebut proyektil akan menghasilkan inti baru dan beberapa partikel hasil reaksi. Peristiwa ini disebut reaksi penembakan dan proyektil yang digunakan dapat berupa partikel ringan, misalnya alfa (α), proton (p), neutron (n), deuterium (d), atau partikel berat yang misalnya 126C, 147N, dan 168O.
  2. Reaksi Fusi (reaksi penggabungan), yaitu reaksi antara dua intiringan yang menghasilkan inti yang lebih berat dan partikel elementer serta energi. Reaksi fusi terjadi pada temperatur 100 juta
  3. Reaksi fisi (reaksi pembelahan), yaitu reaksi inti yang bersifat pemecahan sebuah inti berat menjadi dua buah inti yang lebih ringan, yang disetai dengan pemancaran energi dan pertikel elementer.
  4. Reaksi Berantai, yaitu reaksi pembelahan yang berlangsung terus menerus disebut reaksi berantai. Energi yang dihasilkan pada proses pembelahan inti yang berlangsung tidka terkendali disebut energi nuklir. Jika reaksi inti berantai berlangsung tidak terkendali dalam waktu singkat akan dihasilkan energi yang sangat besar dalam bentuk ledakan.
Kegunaan Radiosotof

Seperti contoh di Indonesia, tugas untuk melaksanakn, mengatur, dan mengawasi penelitian serta penggunaan unsur yang bersifat radioaktif berikut pengembangannya ditangani oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Pemanfaatan radioaktif yang telah dinikamti oleh banyak segi kehidupan, yaitu mencakup beberapa sektor pembangunan nasional, antara lain :
  1. Dalam Bidang Kimia
  2. Dalam Bidang Hirologi
  3. Dalam Bidang Pertanian dan Peternakan
  4. Dalam Bidang Kedokteran
  5. Proses Industri
  6. Dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Bahaya Radioaktif

Bebrapa gejala akibat radiasi berlebihan antara lain, yaitu :
  1. Kerusakan somatik bentuk lokal. Ciri-cirinya antara lain kerusakan kulit berupa penyakit kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dna kerusakan sistem saraf.
  2. Kerusakan genesis yang mengakibatkan steril atau mandul atau terjadinya kelainan pada keturunan.
  3. Kerukan pada lensa mata sehingga menjadi pudar.
  4. Dan menimbulkan leukemia.
Perhatian Copas !!! "Mohon bagi anda para sahabat blog, jangan sekali-kali copy paste dengan tanpa mencantumkan link sumber kami dan menulis tanpa anda tulis dalam narasi atau kalimat anda sendiri saya akan mengapus url anda sesuai kebijakan privasi google DMCA/DMCA.com. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih."
Next
Previous

No comments

aturan berkomentar pada blog ini !.
1. berkomentarlah dengan baik, sesuai konten yang dibahas dan berkualitas.
2. kalimat yang tidak berkenan saya akan hapus.
3. jika menaruh "LINK HIDUP" akan dimasukan ke folder spam.
4. dilarang mempromosikan produk melalui komentar.

Emoticon