Masyarakat Arab Pada Zaman Jahiliah

Masyarakat Arab Pada Zaman Jahiliah
Masyarakat

Pada kalangan Bangsa Arab terdapat lapisan masyarakat yang beragam dengan kondisi berbeda-beda. Hubungan seaorang laki-laki dengan istri-istrinya dilapisan kaum bangasawan demikian mengalami kemajuan, seorang istri mempunyai porsi yang sangat besar dalam kebebasa berkehendak dan mengambil kebijakan. Wanita selalu dihormati dan dijaga, tidak jarang pedang harus terhunus dan darah tertumpah karenanya. Seorang laki-laki yang ingin dipuji dimata orang Arab karena dia memiliki kedudukan tinggi berupa kemurahan hati dan keberanian, maka kebanyakan waktu itu laki-laki hanya dipergunakan wakunya untuk berbicara dengan wanita. Seorang wanita dapat mengumpulkan suku-suku untuk kepentingan perdamaian diantara mereka, jika dia suka, namun juga akan membuat masalah atau peperangan diatara mereka.

Sedangkan pada kalangan masyarakat lain terdapat beberapa jenis dari percampurbauran antara lelaki dan perempuan. Disana terdapat orang-orang yang melacur, pergaulan bebas, pertumpahan darah, dan perbuatan keji.

Pada waktu itu, ada beberapa jenis pernikahan pada zaman Jahiliyah, yaitu :
  1. Pernikahan seperti kayak sekarang dengan cara seorang laki-laki datang kepada wali laki-lakinya untuk melamar wanita yang dibawah perwaliannya atau anak perempuannya, lalu dia menentukan maharnya dan kemudian menikahinya.
  2. Pernikahan yang disebut nikah Al-Istibdha. Seorang laki-laki berkata kepada istrinya menakala dia sudah suci dari haidnya. Setelah menikahinya, kemudian istrinya diasingkan oleh suaminya dan tidak disentuh lagi selamanya hingga kelihatan tanda kehamilannya dari laki-laki tersebut. Lalu bila sudah kelihatan tanda kehamilannya, maka terserah kepada suaminya mau di pergauli atau tidak, tergantung dengan seleranya. Hal tersebut dilakukan karena semata-mata ingin mendapatkan anak yang pintar.
  3. Sekelompok laki-laki yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang berkumpul, kemudian mendatangi seorang wanita dan masing-masing menggaulinya. Lalu bila si wanitanya hamil dan melahirakan, dan anak laki-laki itu akan mendapatkan nasabnya.
  4. Sekumpulan para lelaki dalam jumlah banyak mendatangi seorang wanita sementara wanita tersebut tidak menolak satu pun dari mereka, hal tersebut dinamakan pelacur. Maka siapa saja yang menginginkan mereka, maka si wanita tersebut selalu membukakan pintunya. Dan bila mana si wanita tersebut hamil, maka akan diberitahukan kepada laki-laki yang pernah menidurinya dan dikumpulkan laki-laki tersebut. Kemudain mereka menentukan nasab tersebut kepada siapa yang mereka pandang cocok dan dijadikanlah ayahnya. Dalam hal ini laki-laki tersebut tidak boleh menyangkal.
Mereka suka mengadakan pertempuran-pertempuran antara kaum laki-laki dan wanita yang diadakan dibawah kilauan mata padang dan hulu-hulu tombak. Pemenang dalam peperangan tersebut akan menyandra wanita-wanita dari suku yang kalah lalu berbuat sesukanya terhadap mereka. Akan tetapi, anak-anak yang lahir dari wanita tersebut, akan mendapatkan aib sepanjang hidup mereka.

Pada waktu itu juga, zaman Jahiliyah juga disebut yang suka mempunyai istri yang banyak tanpa batas-batasan terstentu. Mereka mengawini dua bersaudara sekaligus, dan mengawini istri-istri bapak-bapak mereka bila telah ditalak atau ditinggal.

Perbuatan zina sudah marak pada seriap lapisan masyarakat. Di antara mereka ada pula yang mengubur hidup-hidup anak wanita mereka karena takut malu dan enggan menafkahinya, dikarenakan mereka takut menjadi fakir dan melarat.

Kondisi Moral

Pada adasarnya manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna. Tetapi tergantung pada manusia tersebut untuk mempergunakan anggota tubuh, akal, dan pikiran manusia tersebut. Pada kalangan bangsa Arab di zaman Jahiliyah selain mereka kebanyakan berbuat yang dilaknat oleh Allah, mereka juga ada yang mempunyai akhlak mulia dan terpuji yang amat menawan siapa saja, juga  membuatnya terkesima dan takjub. Diantaranya adalah kamurahan hati, mereka selalu berlomba-lomba memiliki sifat ini dan berbangga dengan sifat tersebut. Setengah dari bait-bait syair mereka tuangkan untuk memuji orang lain. Seseorang terkadang  kedatangan tamu disaat temperaut udara demikian dingin dan perut merintih kelaparan, dan disaat itu pula dia tidak memiliki harta apa-apa selain binatang peliharaannya (onta), yang menjadi satu-satunya kebergantungan hudupnya. Akan tetapi mereka terobsesi oleh getaran kemurahan hati membuatnya bergegas untuk menyuguhkan sesuatu, itu dengan menyembelih binatang peliharaannya tersebut untuk orang menamuinya. Selain itu juga mereka rela menanggung denda yang yang demikian besar untuk mencegah pertumpahan darah dan melayangnya nyaawa manusia. Mereka berbangga, akan tetapi mereka mereka ada segi negatifnya, dengan hal itu mereka menyombongakn diri dan berkebiasaan meminum arak.

Selain kemurahana hati, mereka juga suka menepati janji. Hal tersebut merupakan tradisi mereka dalam agamanya yang harus dipegang teguh bahkan merealisasikannya. Mereka tidak segan-segan membunuh anak-anak mereka dan menghancurkan tempat tinggal mereka sendiri. Mereka juga mempunyai rasa harga diri yang tinggi dan sifat pantang menerima pelecehan dan kezhaliman, tetapi sikap itu membuat mereka negatif, itu adalah sifat yang tumbuhnya pada diri mereka keberanian yang amat berlebihan, cemburu buta dan cepatnya emosi meluap. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bisa bersabar dalam mendengar susuatu yang membuat mereka merasa dilecehkan atau tersinggung, mereka akan tidak segan-segan menyodongkan pedang dan tombak mereka ke orang yang membuat dia tersinggung. Selain itu mereka mempunyai sifat yang baik yaitu sifat tekad kuat. Mereka akan selalu melakukakan sesuatu  yang mereka anggap sesuatu tersebut akan disebut mulia dan membanggakan mereka. Selain tekad yang kuat mereka juga mempunyai sifat meredam amarah atau sabar dan amat berhati-hati. Mereka menyunjung sifat tersebut hanya karena seakan-akan terselimuti oleh amat berlebihan dalam sifat pemberani dan langakah cepat untuk berperang. Mereka juga mempunyai gaya hidup lagu dan polos ala badui dan belum terkomunikasi oleh peradaban dan pengaruhnya, yaitu semacam timbulnya sifat jujur amanat serta anti memnipu dan berkhianat.

Keyakinan dan Kepercayaan

Pada waktu itu mayoritas Bangsa Arab masih mengakui dakwah Nabi Ismail ketika beliau mengajak mereka untuk menganut ajaran agama dibawa ayahnya yaitu Ibrahim. Mereka menyembah Allah dan menauhidkanNya. Lama-kelamaan akhirnya mereka mulai lupa tetang apa yang sudah diingatkan kepada mereka. Mereka mulailah menyembah berhala dan ditempatkannya di sitipa penjuru Ka'bah. Selain itu, diantara berhala-berhala yang paling tua bernama Manat, yang terletak di Musyallal, sebuah kawasan ditepi laut Merah, dekat Qudaid dan lain-lainya. Lalu mereka memindahkan semua berhala tersebut ke Mekah dan sesudah lama kemudian, sesudah adanya Nabi Muhammad SAW yang membawa agama Islam dan membawa wahyu yaitu Al-Qur'an, berhala-berhala tersebut dihancurkan dengan menyerang dan menaklukan Ka'bah.

Sekian....
Perhatian Copas !!! "Mohon bagi anda para sahabat blog, jangan sekali-kali copy paste dengan tanpa mencantumkan link sumber kami dan menulis tanpa anda tulis dalam narasi atau kalimat anda sendiri saya akan mengapus url anda sesuai kebijakan privasi google DMCA/DMCA.com. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih."
Next
Previous

No comments

aturan berkomentar pada blog ini !.
1. berkomentarlah dengan baik, sesuai konten yang dibahas dan berkualitas.
2. kalimat yang tidak berkenan saya akan hapus.
3. jika menaruh "LINK HIDUP" akan dimasukan ke folder spam.
4. dilarang mempromosikan produk melalui komentar.

Emoticon