PANCASILA (PKN)

PANCASILA
Moral Pancasila

Akhir-akkhir ini, semenjak bergulirnya era reformasi dinegara republik Indonesia tercinta ini, terjadinya kebebasan yang luar biasa disegala bidang dan cukup memperihatinkan, diantaranya bidang seni bidayanya, mulai daei media masa, pementasan pemanggung sampai dengan tontonan dibioskop dan TV yang bebas dinikmati oleh siapa saja. Dilihat dari cara berpakaian, gerakan, dan perbuatan yang dapat menimbulkan tanggapan negatif bagi yang menyaksikannya dan dapat merusak moral, agama, dan budaya bangsa Indonesia dengan kepribadian yang selama ini dijunjung tinggi dalam kehidupan negara dan bangsa yang berlandaskan Pancasila.

Peristiwa yang menarik baru ini masyarakat dihebohkan dengan beredarnya film remaja "Buru Cium Gue", dan penampilan "Porno" di TV yang memperihatinkan masyarakat, orang tua, dan kaum agama terhadap moral bangsa serta menimbulkan pro dan kotra dikalangan masyarakat sesuai versinya masing-masing.

Untuk menjaga stabilitas nasional pemerintah mengeluarkan Undang-undang tentang Pornografi untuk menjaga agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak keutuhan bangsa, tetapi terdapat kontra dan pro dari sebagian kalangan masyarakat.

Pancasila Dalam Era Globalisasi

Berkembangnya semangat reformasi dalam era globalisasi, Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu diwujudkan menghadapi perkekmbangan dunia dengan kemajuan teknologi yang canggih.

Sistem pemerintahan dalam memenuhi tuntunan rakyat dengan Paradigma Baru menjadi dambaan seluruh masyarakat dalam menyelamatkan bangsa dan Negara dari keterpurukan.

Pancasila sebagai Ideologi terbuka mendorong medernisasi pembangunan bangsa dalam keadaan serba tidak menentu, perlu menjadi perhatian bersama, supaya tidak terjadi penyimpangan.

Citra Negara Integralistik sebagai paham bangsa Indonesia, menjadi dasar konstitutip yang terbuang dalam UUD 1945, perlu disadari oleh seluruh rakyat, yang merupakan paham asli bangsa Indonesia dan bersifat demokratik dalam membangun Paham Kebangsaan mewujudkan NKRI yang dicita-citakan mencapai tujuan nasional.

Suatu kenyataan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ii semenjak era reformasi yang diagung-agungkan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat yang tidak terkendali yang dipicu oleh kemiskinan, ketidak adilan dirasakan masyarakat menimbulkan tuntunan yang mengarah pada tindakan anarkis yang dapat merugikan bangsa dan Negara.

Kesadaran berbangsa dan bernegara dari sebagian masyarakat sangat memprihatinkan, yang hanya mementingkan kepentingan pribadi atau golongan masing-masing, dengan tuntunan yang tidak mempertimbangkan situasi dan kondisi berdampak pada stabilitas nasional.

Kebijakan-kebijakan dan usaha-usaha pemerintah dalam memperbaiki nasib rakyat selalu ditentang dalam wujud demo yang mengancam dan tuduhan-tuduhan yang berlebihan, sehingga mengganggu jalan pemerintah.
Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah mau dibawa kemana Negara Indonesia kita ini?, jhhe terutama oleh elit-elit politik dan kelompok-kelompok yang tergabung dalam LSM yang bermunculan dengan nada-nada sinis terhadap pemerintah yang sudah beruusaha mensejahtrakan masyarakat.

Proses Pancasila Menghadapi Era Globalisasi

Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tertuang dalam pembukaan UUd 1945 alinea ke-4 yaitu Pancasila. Dalam pelaksanaannya terhadap kerikil tajam yang mengancam kelestarian Pancasila.

Perjalanan sejarah sudah memperhatikan selama era reformasi beberapa hal yang berkaitan dengan Pancasila telah menjadi kenyataan seperti misalnya :
  1. Pencabutan TAP MPR No. II/Tahun 1978, tentang P-4
  2. Terhadap golongan masyarakat ingin merubah Pancasila dasar Negara sesuai dengan Piagam Jakarta.
  3. Timbulnya isu kuat untuk mencabut TAP MPR No. 25 Tahun 1966, tentang pelanggaran penyebab ajaran komunis.
  4. Ada kecendrungan disebagian Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan yang ikut bertanggung jawab membina karakter bangsa, ingin mengganti Mata Kuliah Pancasila dengan bentuk lain.
Sumber : Buku Moesadin Malik Ir., M.Si
Perhatian Copas !!! "Mohon bagi anda para sahabat blog, jangan sekali-kali copy paste dengan tanpa mencantumkan link sumber kami dan menulis tanpa anda tulis dalam narasi atau kalimat anda sendiri saya akan mengapus url anda sesuai kebijakan privasi google DMCA/DMCA.com. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih."
Next
Previous

No comments

aturan berkomentar pada blog ini !.
1. berkomentarlah dengan baik, sesuai konten yang dibahas dan berkualitas.
2. kalimat yang tidak berkenan saya akan hapus.
3. jika menaruh "LINK HIDUP" akan dimasukan ke folder spam.
4. dilarang mempromosikan produk melalui komentar.

Emoticon