Ujian Orang-orang Mukmin

Ujian Orang-orang Mukmin dalam ajaran agama Islam

Dalam banyak ayat Al-qur'an, juga hadits-hdist Nabi, banyak kita temukan keterangan yang menyebutkan bahwa orang-orang beriman akan diuji oleh Allah SWT dengan berbagai ujian. Ujian itu dapat berupa kejadian-kejadian yang di alami sendiri oleh mereka atau kejadian kejadian yang di alami oleh orang-orang lain yang mereka saksikan. Kebahagian atau kesusahan pada suatu saat dalam kehidupan didunia tidaklah menunjukan benar atau salahnya jalan yang ditempuh seseorang. Orang yang beriman sangat mungkin di suatu mengalami kesusahan dalam kehidupan padahal ia menempuh jalan yang benar. Tapi pada akhirnya ia akan mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya orang-orang yang tidak beriman, mereka mungkin tampak mendapatkan kebahagiaan, namun  tidak lama lagi bagi mereka akan segera mendapatkan kesusahan, baik didunia maupun di akhirat.

Seperti contoh pada Surat Ali'Imran ayat (176-179) yang artinya "Janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir. Sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bagian (dri pahala) kepada mereka di akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar. Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka adzab yang pedih. Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka adzab yang menghinakan. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kemu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin), dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara Rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan jika kalian beriman dan bertaqwa, bagi kalian padahal yang besar".

Allah SWT berfirman kepada Nabi-Nya yang artinya "Janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir", karena beliau sangat menginginkan keimanan manusia dan beliau merasa bersedih melihat manusia cepat berbuat kekafiran, mudah melakukan kesalahan, berbuat ingkar, dan suka berselisih.

Kemudian Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi suatu bagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar", yaitu hikmah yang terdapat dalam kecepatan mereka berbuat kafir adalah bahwa Allah menginginkan dengan kehendak dan kekuasaan-Nya tidak akan memberi suatu bagian dari pahala kepada mereka di akhirat, melainkan hanya kerugian di akhirat.

Lalu Allah Ta'ala berfirman yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekeafiran", yaitu menukar keimanan dengan kekafiran, "sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun",  yaitu bahwa mereka memudharatkan diri mereka sendiri. "Dan bagi mereka adzab yang pedih".

Dalam ayat berikut Allah SWT berfirman yang artinya "Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka adzab yang menghinakan". Dan firman ini seperti firman lain pada (Qs Al-mu'minu: 55-56), yang artinya "Apakah mereka bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar". Senada pula dengan firman Allah Ta'ala pada (Qs At-Tawbah: 85) yang artinya "Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menariik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengadzab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir".

Kemudian Allah Ta'ala berfirman yang artinya "Allah tidak bermaksud meninggalkan kaum mukmin dalam keadaan yang kamu alami sehingga Dia membedakan antara yang buruk dan yang baik", yaitu bahwa, Dia memberikan suatu ujian sehingga dapat di kenali mana mukmin yang sabar dan munafik yang durhaka. Yang dimaksud adalah Perang Uhud, yang dijadikan oleh Allah sebagai ajang ujian bagi orang-orang yang beriman sehingga jelaslah keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tersinggkapnya tirai kaum munafik sehingga nyatalah penghianatan mereka kepada mereka terhadap Rasulullah SAW.

Lalu Allah Ta'ala berfirman yang artinya "Dan Allah tidak bermaksud memperlihatkan kelain kepada keghaiban". Yang maksudnya adalah bahwa sesungguhnya kalian tidak mengetahui perkara ghaib sebelum Allah membedakan siapa yang mukmin dan siapa yang kafir. "Namun Allah memilih di antara para Rasul-Nya orang yang di kehendaki-Nya". Ayat ini senada dengan ayat (Qs Al-Jinn: 26-27) yang artinya "Dia adalah Tuhan yang mengetahui mana yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun ihwal yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya". Setelah itu Allah Ta'ala berfirman yang artinya "Maka berimanlah kalian kepada Allah dan para Rasul-Nya", yaitu bahwa kalian taatlah kepada Allah sesudah anda mengetahui pendahulu-pendahulu kalian yang kafir dan mendapatkan adzab yang pedih.
Perhatian Copas !!! "Mohon bagi anda para sahabat blog, jangan sekali-kali copy paste dengan tanpa mencantumkan link sumber kami dan menulis tanpa anda tulis dalam narasi atau kalimat anda sendiri saya akan mengapus url anda sesuai kebijakan privasi google DMCA/DMCA.com. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih."
Next
Previous

No comments

aturan berkomentar pada blog ini !.
1. berkomentarlah dengan baik, sesuai konten yang dibahas dan berkualitas.
2. kalimat yang tidak berkenan saya akan hapus.
3. jika menaruh "LINK HIDUP" akan dimasukan ke folder spam.
4. dilarang mempromosikan produk melalui komentar.

Emoticon