Lisan Mu Sepenting Hidup Mu

Anda pernah mendengar tidak, ada suatu kalimat istilah seperti "Lisan tidak bertulang" atau kalimat seperti ini "memang lidah (mulut) bagaikan pisau bermata dua". Terbuat dari kulit ular, ada matanya, bisa potong ayam, kambing, bebek. Eh bercanda..... :) hhe Maksudnya, bisa disalahgunakan untuk mecemooh atau melukai hati seseorang. Begitu juga dengan lidah atau mulut, ia bisa digunakan dengan sesuatu yang benar seperti halnya digunakan dengan bersholawat dan berzikir kepada Nabi Muhamad dan Allah SWT. Dan jangan digunakan yang tidak benar seperti mencela orang lain dan lain-lain.

Cara menjaga lisan atau bicara kepada orang lain

Seperti halnya ada orang yang mau berkelahi, yang pasti kebanyakan mereka memulainya dengan adu mulut, awas bukan adu lidah ya, itu mah apaan,,,,hhe. Tapi kok kenapa sih kebanyakan berantem selalu saja adu mulut dulu?, yaitu karena mulut merupakan suatu sarana komunikasi untuk menunjukan sikap seseorang untuk menyerang, atau menjaga diri seperti yang saya bilang tadi. Begitu juga orang yang sinis atau sombong cukup dengan memoncongkan mulutnya kayak bebek, juga orang yang ramah atau menunjukan rasa senang atau menyetujui keputusan, cukup dengan memberi senyuman. Selain itu juga banyak fungsi mulut atau lidah, sebagai makan, perasa makanan, dan kenapa mulut erat dengan lidah?, karena mulut tanpa lidah apa sempurna? atau sebaliknya, dengan mulut dan lidah kita berbicara sesuatu sesuati keadaan kita sehari-hari.

Jadi kita haruslah menjaga mulut atau lisan kita agar tidak terjadi suatu masalah yang fatal. Mumpung masih fresh jasmani dan rohani, masih awet muda, masih segar bergairah dan semangat tinggi belum loyo serta memiliki masa depan yang panjang, jagalah baik-baik agar anda bisa menjaga kehidupan mu dan menjadi seorang teladan bagi cucu-cucu anda. HHee

Berbicara yang Efektif

Seperti halnya orang yang bijak, dengan mengatakan begini begitu saja, lima hal yang lebih disukai dari pada emas atau intan berlian bertumpuk, yaitu dibawah ini :
  1. Tidak berbicara dengan perkataan yang tidak diperlukan, yaitu bila mana anda berbicara dengan asal-asalan yang tidak seharusnya anda perlukan, atau berguna, anda hanya akan mendapatkan kesia-siaan dan senantiasa akan mendapat dosa. Berbicara yang seperlunya, dan jangan bicara kesana kemari tanpa ada arti yang jelas berguna. Seperti halnya orang yang kebanyakan berbicara seenaknya, suka dibilang si raja ngerumpi. So, jadi anda harus berbicara dengan seperlunya dan jangan asal ngomong, serta harus pandai-pandai menjaga lisan, kapan harus bicara dan kapan waktunya harus diam. Jangan bicarakan sesuatu yang tidak berguna atau tanpa kepentingan baik.
  2. Bicara kepada tempatnya, yaitu begitu banyak orang membicarakan suatu urusan yang tidak diperlukan dan menemparkannya kepada bukan tempatnya. Bila anda mau memulai bericara, lihatlah kondisi lawan mu, dan lihatlah kondisi keadaan sekitarmu. Seperti halnya anda mau berbicara dengan ustad, guru, atau lawan yang lebih tua, jangan asal padu jeplak aja. Juga kamu harus melihat lawan mu seperti teman mu yang mungkin kurang mampu atau biasa-biasa aja, tunjukanlah bahwa anda tidak meremehkan dan tunjukan bahwa kamu lebih seperti penyayang. So, kamu harus bicara dengan kemampuan otak atau pikiran orang sekitarmu.
  3. Tidak membantah orang yang lembut ataupun orang yang kurang mampu dalam wawasan (bodoh), yaitu bahwa anda harus berbicara dengan sesuati kondisi lawan mu, bila orang itu lembut, anda harus berbicara dengan lembut, dan bila lawan bicaramu orang bodoh, jagalah kebijaksanaan mu dan tidak mengarah ke hinaan. Seperi halnya anda berbicara dengan orang solo misalkan, mereka kan agak kelembut-lebutan begitu bicaranya, nah anda harus menyesuaikannya dan seperti halnya ada orang yang tulalit, anda harus berbica dengan sabar menghadapinya, jangan malah kita membentak ataupun mengejek.
  4. Menceritakan sesuatu yang baik, yaitu bila anda bicara harus mencerikan suatu kejadian anda atau teman, keluarga dengan menceritakan kebaikannya, jangan malah menceritakan keburukan, entar malah orang yang kamu ceritakan akan dikira apaan oleh orang yang baru kamu kenal, misalnya. Jangan malah kamu menceritakan sesuatu sikap atau apapun itu yang jelek-jelek tentang temanmu, bila begitu itu namanya menggunjing, dan disebut makan daging temen kamu sendiri.
  5. Bersikap lembut kepada sesama atau saudaramu, yaitu bersikaplah kepada teman-teman atau saudaramu, atau orang yang baru anda kenal, sebagaimana kamu menyukai perlakuan yang lebut mereka kepadamu. Juga kamu harus bersikap atau berbicara dengan lemah lembut meskipun lawanmu itu lembut atau tidak. So, seperti halnya orang yang mempunyai sikap rendah hati. Jadi kamu harus lembut kepada mereka sebagimana kamu itu ingin diberi kelembutan oleh orang lain, agar kamu dilihat sebagai orang yang bijak, pribadi yang baik, dan low profile, tidak suka asal ngomong apa lagi memfitnah.
Menjaga Lisan

Pada lima hal yang saya sebutkan tadi, itu merupakan cara bicara dan cara menyikapi orang lain dengan baik oleh mu. Dan yang ini adalah tips dari saya untuk menjaga lidah, agar kamu menjadi pribadi yang pandai menjaga mulut (lidah), yaitu sebagai berikut :
  1. Berfikir sebelum melontarkan kata-kata, yaitu bahwa kamu harus menjaga lisanmu dengan memikirkan kata-kata atau kalimat yang mau kamu ungkapkan kepada lawan bicaramu. Jangan asal padu ceplas-ceplos bila berbicara. Berifikir sebelum kamu berbicara kepada lawan bicaramu, tapi bukan maksud kamu menjadi pribadi yang lambat, tapi maksudnya kamu harus menjaga bicaramu agar kamu tidak menyesal dikemudian hari karena bicaramu yang asal melontarkan kata-kata yang nggak berguna.
  2. Memilih kalimat atau kata-kata yang baik, yaitu setelah kamu berfikir mengenai mau apa ya saya bicara kepada teman lawan bicara ku ini?. Terkadang ada orang yang tidak memilih kata-kata yang tepat dan tidak penting untuk dilontarkan, sehingga lawan bicaranya tersinggung. Dengan memilih kata-kata yang tepat dengan cermat, anda harus memilih kata-kata yang tepat kepada lawan bicaramu, kasian mungkin dia kalau kesinggung, walaupun dia tidak mengekspresikan wajah yang kesinggung, kam harus bisa menjaga agar kamu disegani dan disenangi orang lain.
  3. Membersihkan hati (kolbu salim), yaitu bila mana kamu ingin selalu melontarkan kata-kata yang baik dari lisanmu itu, tentunya kamu juga harus membersihkan hatimu agar kamu selalu terjaga terhadap lisianmu. Dengan menjaga hati agar bersih, pastinya kamu juga akan terjaga dari hal-hal yang tidak berguna. Dengan tanpa adanya kontrol dari pikiran dan hati berishmu, tentunya cara bicaramu akan ceplas-ceplos kesana kemari. Jadi, haruslah kamu menjaga segala sesuatu mu terutama sikap dan lisan dibarengi dengan hati yang bersih, agar nantinya tidak akan terjadi masalah yang patal karena perkataanmu yang kurang berkenan terhadap orang lain.
So, sekarang kamu sudah tahukan mengenai lisanm itu sepenting apa?, jadi jagalah dengan hati-hati dan dibarengi dengan hati yang bersih, berfikir dahulu sebelum melontarkan kalimat, agar kamu menjadi orang yang baik dimata orang sekitarmu.

Demikian anda telah membaca artikel berjudul "Lisanmu Sepenting Hidupmu". Semoga bermanfaat bagi para pembaca, dan maaf bila ada kalimat yang agak kurang mengerti dan saya tidak memaparkan penjelasan dengan jelas, karena saya sekarang lagi dikejar waktu mau pulang kampung nih ! wkwkwk.

Ide dari : Sufi Funky
Perhatian Copas !!! "Mohon bagi anda para sahabat blog, jangan sekali-kali copy paste dengan tanpa mencantumkan link sumber kami dan menulis tanpa anda tulis dalam narasi atau kalimat anda sendiri saya akan mengapus url anda sesuai kebijakan privasi google DMCA/DMCA.com. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih."
Next
Previous

No comments

aturan berkomentar pada blog ini !.
1. berkomentarlah dengan baik, sesuai konten yang dibahas dan berkualitas.
2. kalimat yang tidak berkenan saya akan hapus.
3. jika menaruh "LINK HIDUP" akan dimasukan ke folder spam.
4. dilarang mempromosikan produk melalui komentar.

Emoticon