Pembagian Kata Berdasarkan Bentuk Kata

Suatu keterampilan berbahasa yang akan memperluas wawasan dan pengetahuan kita adalah bila kita yaitu adalah membaca. Dengan kegiatan membaca, apa yang ingin kita ketahui bisa dapat kita dapat, apapun itu dari sumber manapun itu, dimanapun. Jadi, keterampilan dalam membaca harus kita tingkatkan dengan membiasakan diri anda untuk membaca. Sambil mengetahui suatu informasi apapun yang sudah kita baca dari sumber manapun.

Pembagian Kata Berdasarkan Bentuk Kata

Dalam pembagian kata berdasarkan bentuk kata terdiri atas 4 macam, yaitu adalah :
  1. Kata Dasar, yaitu kata yang masih asli atau maksudnya kata yang belum mendapat imbuhan atau yang belum mengalami perulangan. Ada dua macam kata dasar, yakni kata dasar primer dan kata dasar sekunder. Kata dasar Primer, yaitu kata yang benar-benar asli, misalnya air, kerja, tidur, dan sebagainya. Kata Sekunder, yaitu kata dasar yang sudah mendapat imbuhan. Kata tersebut tidak terasa sebagai kata jadian karena sudah menjadi kata yang sangat padu.
  2. Kata Berimbuhan, yaitu kata dasar yang telah mengalami perubahan bentuk. Perubahan bentuk itu karena adanya penambahan imbuhan atau afiks. Contohnya, kata dasar tulis jika mendapat afiks akan menjadi menulis, penulis, penulisan, menuliskan, tertulis, tulisan. Dengan penambahan afiks akan menyebabkan makna kata dasar tulis menjadi berbeda.
  3. Kata Ulang, yaitu kata yang mengalami perulangan pada sebagian atau seluruh kata. Kata ini terdiri dari lima 5 bagian, yaitu 1). Kata Ulang Murni, 2). Kata Ulang Sebagian, 3). Kata Ulang Semu, 4). Kata Ulang Perubah Bunyi, 5). Kata Ulang Berimbuhan.
  4. Kata Majemuk, yaitu gabungan dua kata atau lebih yang menimbulkan makna baru. Seperti contoh yaitu : a. Orang tua, artinya orang yang ditugaskan, dihormati. b. Rumah sakit, artinya tempat untuk merawat orang yang sakit. c. Kamar tidur, artinya kamar atau ruangan untuk beristirahat atau tidur.
Dibawah ini adalah penjelasan pada pembagian Kata Ulang, yaitu adalah :
  1. Kata ulang murni, yaitu kata dasar yang diulang seluruhnya, dan mengandung arti jinak. Contoh : bukti-bukti, artinya jumlah bukti lebih dari satu, karung-karung, artinya jumlah karung lebih dari satu, atau mobil-mobil artinya mobil tersebut tidak hanya satu melainkan lebih dari satu.
  2. Kata ulang sebagian, yaitu kara dasar yang mengalami perulangan pada sebagian kata tesebut. Seperti contoh yaitu : Daun-dedaunan, runtuh-reruntuhan, luhur-leluhur, tetangga, laki-lelaki.
  3. Kata ulang semu, yaitu kata dasar yang diulang pada seluruh kata. Perulangan ini sudah sangat padu, sehingga apabila dihilangkan salah satu kata maknanya akan berbeda. Seperti contoh yaitu : kura-kura, berang-berang, paru-paru, siku-siku, dan lain-lain.
  4. Kata ulang perubah bunyi, yaitu kata ulang ini mengalami perulangan pada seluruh kata. Pada sebagian vokal atau konsonannya mengalami perubahan bunyi. Contoh : Siswa-siswa, putri-putri, warna-warni, serta-merta, sayur-mayur.
  5. Kata ulang berimbuhan, yaitu bentuk perulangan dengan menambahkan imbuhan pada kata dasar. Contoh : berjalan-jalan, kehitam-hitaman, keibu-ibuan, berkeping-kepingan.
Perhatian Copas !!! "Mohon bagi anda para sahabat blog, jangan sekali-kali copy paste dengan tanpa mencantumkan link sumber kami dan menulis tanpa anda tulis dalam narasi atau kalimat anda sendiri saya akan mengapus url anda sesuai kebijakan privasi google DMCA/DMCA.com. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih."
Next
Previous

No comments

aturan berkomentar pada blog ini !.
1. berkomentarlah dengan baik, sesuai konten yang dibahas dan berkualitas.
2. kalimat yang tidak berkenan saya akan hapus.
3. jika menaruh "LINK HIDUP" akan dimasukan ke folder spam.
4. dilarang mempromosikan produk melalui komentar.

Emoticon